teks jalan

Bersama Rakyat TNI Kuat....

Thursday, March 30, 2017

Pelaksanaan Pelayanan KB hasil dari Gugur Gunung (Kunjungan kerumah-rumah)

Kamis tanggal 30 Maret 2017 pukul 11.00 wib. Babinsa Kal. Pajang Koramil 01/Laweyan Kodim 0735/Surakarta Kopka Marulak Sitanggang melaksanakan/mendampingi Ibu-ibu se Kec. Laweyan dalam rangka Pelaksanaan Pelayanan KB hasil dari Gugur Gunung (Kunjungan kerumah-rumah) Kegiatan tersebut dengan tujuan untuk menekan dan mengatur angka/jarak kelahiran agar keluarga kita menjadi keluarga yang Sehat, Cerdas dan Kuat serta menjadi anak yang baik, dan berguna bagi Nusa dan Bansa. Hasil dari Pelayanan KB dengan rincian sbb :
1. IUD : 15 Aseptor
2. Implan : 8 Aseptor
3. Suntik : 3 Aseptor
4. MOP : Nihil
5. MOW : Nihil
Untuk Pelaksanaan Pelayanan KB akan dilaksanakan secara serentak se Kecamatan Laweyan pada hari ini Kamis tanggal 30 Maret 2017 pukul 08.00 wib. bertempat di RS Bhayangkara Polreta Surakarta Jl. Dahlia Kal. Purwosari Kec. Laweyan.
(IT Ramil-01/Laweyan)

Simulasi penanganan bahaya banjir

Kamis tanggal 30-03-2017 pkl 09.00 wib Babinsa Kel Semanggi Sertu S
menghadiri kegiatan simulasi penanganan bahaya banjir di lapangan kenteng semanggi yg diikuti 100 personil Linmas se kecamatan Pasar Kliwon dengan penanggung jawab Bp Joko kasi Trantib Kec Pasar Kliwon.
Hadir dalam kegiatan tsb
1 Bp Joko kasi Trantib Kec Pasar Kliwon
2 Aiptu Suratijan Bhabinkamtibmas Semanggi
3 Sertu Sumardi Waluyo Babinsa Semanggi
4 Tim SAR MTA
5 TAGANA Kel Semanggi
6 PMI kota SKA 
7 Tokoh Masyarakat
kegiatan ini dilaksanakan guna meningkatkan anggota Linmas dalam menanggulangi bencana banjir dan cara mengevakuasi korban banjir yg benar khususnya di daerah Wilayah Pasar Kliwon yg sering terjadi bencana banjir.
kegiatan berakhir pada pkl 10.30 wib dan diakhiri dgn upacara penutupan oleh Bp Joko Kasi Trantib Kec Pasar Kliwon. ( IT Ramil-05/Pasar Kliwon)

Wednesday, March 29, 2017

Pembukaan pelatihan ketrampilan dan penanganan ketremtraman

 Rabu tanggal 29 Maret 2017 pkl 07.30 s.d 10.00 Babinsa Kel. Sangkrah Koramil 05 Pasarkliwon Kodim 0735/Surakarta Serma Sujianto mewakili Danramil 05 Pasarkliwon menghadiri acara pembukaan Pelatihan Ketrampilan Penanganan Ketentraman Ketertiban Masyarakat Dan Penanganan Bencana Banjir Bagi Anggota Satlinmas se Kec. Pasarkliwon th 2017 sekaligus sebagai Nara Sumber Wawasan Kebangsaan yg dilaksanakan d Pendopo Kec. Pasarkliwon yg diikuti lebih kurang 100 orang anggota Linmas se Kec. Pasarkliwon.

Hadir dalam kegiatan tersebut :
1. Anggota Komisi 2 DPRD Surakarta Bpk. Ekya Sik Hananto, SH, MH
2. Camat Pasarkliwon Bapak Agus Santoso
3. Wakapolsek Pasarkliwon Iptu Komang Sudana
4. Kasi Perlindungan Masyarakat Kec. Pasarkliwon Bpk. Joko Wiwoho, SH, dan
5. Kasi Darurat Logistik BPBD Surakarta Bpk. IGN Dono Tumpo

Acara tersebut dibuka langsung oleh Camat Pasarkliwon yg dilanjutkan pemberian materi dari Anggota DPRD komisi 2, Polsek, Koramil, Satpol PP dan BPBD.

Kegiatan pelatihan tersebut bertujuan  untuk meningkatkan rasa Nasionalisme dan semangat rela berkorban serta meningkatkan kepekaan kepada Anggota Satlinmas se Kec. Pasarkliwon terhadap perkembangan situasi di sekitarnya baik yang berhubungan dengan Kamtibmas maupun bencana alam terutama bencana banjir sehingga dapat menjadi mitra yg solid dari Aparat ke wilayahan baik Koramil maupun Polsek serta pemerintah Kec. Pasarkliwon Kota Surakarta. Selanjutnya kegiatan praktek di lapangan (IT Ramil 05)

Penataan Parkir dan pembongkaran Kios renteng

Hari Rabu tgl 29 Maret 2017 , pukul 09.30wib s/d 11.15wb , Sertu Sugiyanto Babinsa Kelurahan Kauman anggota Koramil 05/Pasar Kliwon,  Kodim 0735/Surakarta mewakili Danramil 05/Pasar Kliwon menghadiri Undangan Rapat Koordinasi dari Dinas Perdagangan yang berlangsung di Aula Dinas Perdagangan Kota Surakarta berkaitan dalam pembongkaran Kios Renteng yg menempel Pagar sebelah Barat Masjid Agung dan Penataan Parkir di Jalan Hasyim Ashari,  rapat tersebut diikuti 15 orang .
Adapun hadir dalam rapat tersebut adalah :
1. Subagiyo ( Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta) 
2. Bpk Roni Armi dan Teguh ( Staf Dinas Perhubungan Kota Surakarta) 
3. Sapto Budi P ( Staf SatPol PP Kota Surakarta) 
4. Ipda Eko Slamet Riyadi ( Perwira Polsek Pasar Kliwon) 
5. Sertu Sugiyanto ( Babinsa Kauman Koramil 05/Pasar Kliwon) 
6. H Nurul Umma SH ( Kepala Kelurahan Kauman) 
7. H Joko Wijanarko ( Ketua LPMK Kelurahan Kauman) 
8. H Slamet Aby ( Penasehat Takmir Masjid Agung) 
9. H Purnomo Subagiyo ( Pengurus Masjid  Agung bersama 2 orang )
10. Bpk Agus Salman ( Ketua RW lV Kelurahan Kauman bersama 1 warga) 

Dalam Rapat Koordinasi tersebut menghasilkan Kesepakatan bersama adalah sebagai berikut :
1. Kios renteng yg menempel Pagar Barat Masjid Agung akan diadakan Pembongkaran 7 Hari sebelum Peresmian Pasar Klewer dilaksanakan .
2. Sudah di terbitkan SK Perparkiran dari Dinas Perhubungan tentang Parkir sepanjang Jalan Hasyim Ashari yaitu Sebelah Barat sisi Jalan , agar para pengguna Jalan yg punya Kendaraan baik roda 2 , roda 4 dan Kendaraan lainnya .
3. Akan mengembalikan Bangunan Cagar Budaya yaitu Masjid Agung sesuai bangunan seperti Semula ( Bangunan Sejarah ) mulai Dari Pagar Keliling yg mengelilingi Bangunan Masjid Agung yg masih ada Bangunan akan dilaksanakan Pembongkaran. 
(IT Ramil 05)

Pendampingan kepada PLKB dan Kader KB

Rabu tanggal 29 Maret 2017 pukul 09.00 wib. Babinsa Kal. Pajang Koramil 01/Laweyan Kodim 0735/Surakarta Kopka Marulak Sitanggang melaksanakan/mendampingi Ibu-ibu PLKB dan Kader KB Kalurahan Pajang melaksanakan Gugur Gunung (Kunjungan kerumah-rumah) di RW XIV Kel. Pajang Kec. Laweyan Kota Surakarta. Kegiatan tersebut untuk mencari Calon Akseptor KB yang baru untuk didata dan diajak untuk melaksanakan KB, dengan tujuan untuk menekan dan mengatur angka/jarak kelahiran agar keluarga kita menjadi keluarga yang Sehat, Cerdas dan Kuat serta menjadi anak yang baik, dan berguna bagi Nusa dan Bansa. Hasil dari Gugur Gunung mendapatkan 5 Akseptor KB dengan rincian sbb :
1. IUD : 5 Aseptor
2. Implan : Nihil
3. Suntik : Nihil
4. MOP : Nihil
5. MOW : Nihil
Untuk pelaksanaan pelayanan KB akan dilaksanakan secara serentak se Kecamatan Laweyan pada hari Kamis tanggal 30 Maret 2017 pukul 08.00 wib. bertempat di RS Bhayangkara Polreta Surakarta Jl. Dahlia Kal. Purwosari Kec. Laweyan.
(IT Koramil 01/Laweyan Peltu Sudaryo).

Mengembangkan Mitra Kerja untuk mempermudah tugas Babinsa

Kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang dilakukan oleh aparat teritorial dilakukan guna menjalin komunikasi dengan masyarakat. 

Seperti yang dilakukan Babinsa kel Tipes Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Serma Sumarmo melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan menggandeng para Tukang Becak di Jl. Cokrobaskoro Tipes kec Serengan Kota Surakarta. 

Walaupun dengan keterbatasan penumpang, para pengemudi becak yang mangkal di Pangkalan Becak ini masih tetap bertahan meskipun sekarang masyarakat pengguna jasa angkutan telah banyak beralih ke jasa angkutan online seperti Go Jek.

Kegiatan pengembangan jaring teritorial ini sebagai langkah lanjutan atas program Kodim 0735/Surakarta, melalui jajaran Kodim mengembangkan mitra kerja untuk mempermudah tugas-tugas Koramil hingga Babinsa di lapangan.

"Bermitra kerja dengan mereka para Tukang Becak, diharapkan antara Babinsa dan Tukang Becak dapat lebih mudah saling tukar informasi situasi wilayah melalui sarana komunikasi yang mereka miliki,"

Selain itu juga menunjang kegiatan pembinaan territorial terkait geografi, demografi dan kondisi sosial. Kondisi di lapangan dihadapkan dengan keterbatasan personel dan padantnya tugas-tugas para aparat kewilayahan, aparat harus mampu memanfaatkan potensi guna membentuk jaring teritorial sebagai partner atau mitra kerja di lapangan, bersifat formal maupun non formal.
(IT Ramil 03)

Menjaga keamanan wilayah Kelurahan

SURAKARTA tgl 29 maret 2017 pukul 11.00 wib Babinsa kel  Kemelayan koramil 03 Serengan Kodim 0735 Surakarta serma Mulyadi dan sertu Aris melaksanakan komsos dengan anggota linmas dan masyarakat   singosaren Rt 02 Rw 03  kel kemelayan kec Serengan kota Surakarta. 

Tujuanya yaitu untuk saling menberi masukan kepada Linmas dan masyarakat  agar selalu menjaga keamanan terhadap situasi yang ada  di wilayah kel kemelayan, dan apabila ada hal-hal yang tidak di inginkan yang mengganggu keamanan  yang ada di kel kemelayan seperti tempat pencurian dan perampokan atau hal-hal lain yang tidak di inginkan oleh masyarakat segera melaporkan kepada babinsa dan babinkantibmas untuk di tindak lanjuti. 

Linmas Kel Kemlayan mengucapkan banyak terimakasih kepada  Babinsa Yang telah meluangkan waktu untuk berkunjung dengan Linmas,
(IT Ramil 03)

Monday, March 27, 2017

Aksi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

Pada hari senin tanggal 27 maret 2017 pukul 16.00 Wib s/d 16.45 wib di jl. Slamet riyadi Bundaran Gladag KedungLumbu Pasarkliwon Surakarta Babinsa Kedung Lumbu Koramil 05/Pasar Kliwon Kodim 0735 Surakarta Serma Yulianto melaksanakan kegiatan pemantauan atas berlangsung aksi memperingati hari lahir GMNI ke 63  tahun oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indoneaia (GMNI) kota Surakarta dengan tema "hentikan pembangunan pabrik semen di Kendeng Rembang" sebagai korlap aksi Edo Johan Pratama (Ketua GMNI kota Surakarta) di ikuti lk 20 orang.

Tokoh yang di ketahui hadir dalam kegiatan :
a. Edo juhan (Ketua GMNI /mahasiswa UNS)
b. Agung margianto margarena (Koord GMNI IAIN)
c. Ruwana saputro (Koord GMNI UNS)
d. Fery adi prasetyo (koord GMNI Unisri)
Dalam aksi tersebut para aksi mengibarkan bendera merah putih dan panji-panji GMNI dan membentangkan spanduk, adapun tulisan spanduk tersebut adalah sebagai berikut :
- GMNI Gugat GANJAR STOP PABRIK SEMEN SAVE PETANI KENDENG.

Pres rilis yang di sebarkan :
Merdeka !! ! ! 
- Hari Lahir Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ke-63 tahun yang setiap tahunnya diperingati pada tanggal 23 Maret, moment peringatan ini merupakan tonggak bersejarah bagi kaum Marhaen Indonesia. Dari masa ke masa nasib kaum marhaen Indonesia tidak banyak berubah. Di sini yang dimaksudkan kaum marhaen adalah Petani, mereka masih miskin dan masih dipinggirkan. Berbagai persoalan dihadapi oleh para petani dan rakyat Indonesia, baik bersifat daerah, nasional maupun Internasional. Penggusuran paksa dan perampasan hak atas tanah di semua tempat, kekerasan dan penangkapan paksa, pembangunan infrastruktur,pengerusakan sawah dan banjir, kekeringan, krisis pangan, kelaparan, pembuatan Pabrik Semen di Rembang yang merusak gunung Kendeng dan sebagainya. 
- Setelah gagal membangun pabrik semen di Sukolilo, Pati Utara, rencana pembangunan pabrik semen dipindah ke Rembang, sebelah barat kabupaten Pati. Pembangunan pabrik semen, tetap akan menjadikan pegunungan Karts Kendeng sebagai sumber produksi, eksplorasi dan eksploitasi. Tak berbeda dengan rencana pembangunan pabrik di Pati, warga tidak pernah tahu informasi yang jelas mengenai rencana pendirian pabrik semen. Tidak pernah ada sosialisasi yang melibatkan warga desa:.secara umum, yang ada hanya perangkat desa dan tidak pernah disampaikan kepada warga sekitar Kendeng. Dokumen AMDAL tidak pernah disampaikan terhadap warga Kendeng. Tidak pernah ada penjelasan mengenai dampak-dampak negatif akibat penambangan dan pendirian pabrik semen. Intimidasi sering terjadi seiring gerakan warga yang ingin memperjuangkan haknya untuk memperoleh informasi yang jelas dan memperoleh lingkungan hidup yang sehat. Sikap warga desa kendeng, menolak dengan tegas seluruh rencana proses penambangan dan pendirian pabrik di Rembang. Selain itu ada beberapa dugaaan pelanggaran di antaranya adalah : 
▪ Penggunaan kawasan Cekungan Air Tanah Watuputih sebagai area penambangan batuan kapur untuk bahan baku pabrik semen melanggar Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 pasal 63 yang menetapkan area ini sebagai kawasan lindung imbuhan air dan Perda RTRW Kabupaten Rembang Nomor 14 Tahun 2011 pasal 19 yang menetapkan area ini sebagai kawasan lindung geologi. 
▪ Bukti-bukti lapangan mutakhir seperti ditemukannya 109 mata air, 49 gua, dan 4 sungai bawah tanah yang masih mengalir dan mempunyai debit yang bagus, serta fosil-fosil yang menempel pada dinding gua, semakin menguatkan keyakinan bahwa kawasan karst Watuputih harus dilindungi. Proses produksi semen berpotensi merusak sumber daya air yang berperan sangat penting bagi kehidupan warga sekitar danjuga warga Rembang dan Lasem yang menggunakan jasa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang mengambil air dari gunung Watuputih. . 
▪ Kebutuhan lahan yang sangat luas untuk perusahaan-perusahaan semen akan berdampak pada hilangnya lahan pertanian, sehingga petani dan buruh tani akan kehilangan lapangan pekerjaan. Selain itu, hal ini juga akan menurunkan produktivitas sektor pertanian pada wilayah sekitar, karena dampak buruk yang akan timbul, misalnya, matinya sumber mata air, polusi debu, dan terganggunya keseimbangan ekosistem alamiah. Pada ujungnya, semua hal ini akan melemahkan ketahanan pangan daerah dan nasional. 
▪ Dalam UU 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 66 : Setiap orang yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat tidak dapat dinmtut secara pidana maupun digugat secara perdata. 
- Maka dalam Aksi ini GMNI memberikan tuntutan : 
1) Menuntut Penghentian Pembangunan Pabrik Semen Secara Permanen. 
2) GMNI Menuntut agar Gubernur mencabut surat ijin lingkungan untuk PT. Semen Indonesia bernomor 660.1/6 Tahun 2017. 
3) Gubemur Jawa Tengah (Ganjar Pranowo) sudah lupa akan ajaran Trisakti Bung Kamo dengan memcoba mengorbankan Kaum Petani demi pembangunan Pabrik. Maka dari itu, GMNI mendesak Ganjar Pranowo untuk kembali lagi mempelajari Trisakti Bung Karno. 
4) GMNI menyatakan bahwa Visi dan Misi Gubernur Jawa Tengah yaitu membangun Jawa Tengah Berdikari dengan berfokus membangun Ekonomi Rakyat dan Kedaulatan pangan telah gagal karena Gubernur Jateng berusaha untuk menghilangkan subyek ekonomi rakyat yaitu petani, padahal petani adalah salah satu pusat bagi pembangunan ekonomi yang Berdikari. 
5) GMNI mengharapkan Kebijaksanaan Presiden Republik Indonesia untuk menyelamatkan Kaum Petani Kendeng yang di tindas oleh Pemerintah Provinsi dan Pemilik Modal (Kapitalis). 
- Demikian statement yang DPC GMNI Kota Surakarta sampaikan dalam menyambut Peringatan Hari Lahir GMNI yang Ke:-63 Tahun. Kiranya Pemerintah Jawa Tengah Gubernur Ganjar Pranowo dapat memenuhi segala janji yang telah disampaikan untuk menyelesaikan konflik agraria dan dapat membatalkan ijin Pembangunan Pabrik Semen di daerah Kendeng, Rembang.
(Pns Agus Suyono Kodim 0735/Surakarta)