Pada hari Selasa tanggal 29 Agustus 2017 pkl
08.30 wib, bertempat di Ponpes Al Kahfi
KM 5 Ringroad Kel. Mojosongo, Kec. Jebres Surakarta, Danramil 04/Jebres Lettu
Inf Narno dan Babinsa Kel. Mojosongo
Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Ska, Kopka Endri melaksanakan kegiatan dalam rangka penyerahan bantuan bibit tanaman penghijauan bantuan
dari Komandan Kodim 0735/Ska Letkol Inf Edwin Apria Candra, sejumlah 60 batang
bibit pohon. Kegiatan penyerahan bibit tanaman secara
simbolis ini di terima oleh Pembina Pondok Pesantren Al Kahfi Ustad Ahmad
Sunoto, kegiatan di lanjutkan penanaman secara simbolis,.diharapkan dengan
kegiatan ini bisa terjalin komunikasi yang humanis antara masyarakat dan
TNI khususnya dari para Pengurus dan Santri
Ponpes Al Kahfi serta kegiatan ini bertujuan untuk penghijauan di sekitar area
pondok pesantren. Adapun dari pihak pondok pesantren
mengucapkan banyak terima kasih kepada Dandim 0735/Ska dan Danramil 04/Jebres
serta seluruh anggota, bahwa mereka sangat senang dan bangga kepada TNI,
kedepan kegiatan semacam ini bisa di tinggkatkan lagi. (IT Kodim 0735 Surakarta)
blog ini berisi informasi kegiatan pertahanan dan keamanan kota surakarta
KODIM 0735 / SURAKARTA
teks jalan
Thursday, August 31, 2017
TINGKATKAN NILAI KESEMAPTAAN,ANGGOTA KODIM 0735/SURAKARTA MELAKSANAKAN LARI AEROBIK.
Surakarta,Dalam rangka Pembinaan Fisik
(Binsik) serta menjaga kondisi tubuh agar senantiasa tetap
prima,Prajurit TNI dan PNS Kodim 0735/Surakarta melaksanakan lari
aerobik yang bertempat di Stadion Manahan Kecamatan Banjarsari
Surakarta,Selasa (29-8-2017). Sebelum
kegiatan dimulai terlebih dahulu seluruh anggota melaksanakan Tensi,hal
ini bertujuan agar masing-masing Prajurit mengerti ukuran tensinya
sehingga
diharapkan dalam pelaksanaan lari berjalan dengan aman,kemudian
kegiatan dilanjutkan dengan apel pagi yang diambil oleh Pasiops Kodim
0735/Surakarta Kapten inf Edi Susilo dan dilanjutkan dengan senam
peregangan dan pemanasan agar dalam pelaksanaan kegiatan dapat berjalan
dengan aman dan lancar.
diharapkan dalam pelaksanaan lari berjalan dengan aman,kemudian
kegiatan dilanjutkan dengan apel pagi yang diambil oleh Pasiops Kodim
0735/Surakarta Kapten inf Edi Susilo dan dilanjutkan dengan senam
peregangan dan pemanasan agar dalam pelaksanaan kegiatan dapat berjalan
dengan aman dan lancar.
Pada
kesempatan apel pagi tersebut Pasiops menyampaikan bahwa lari aerobik
merupakan program yang wajib dilaksanakan oleh setiap Prajurit dan
ASN,Khususnya Anggota Kodim 0735/Surakarta."Hal ini bertujuan untuk
memelihara dan meningkatkan ketahanan fisik agar terpelihara dengan
baik,"Tuturnya. Bagi
anggota yang tensinya tinggi diharapkan untuk tidak diforsir ataupun
dipaksakan dalam pelaksanaan kegiatan ini,karena yang tau kondisi
ataupun kesehatan kita adalah diri kita sendiri,demikian juga bagi
anggota ang tensinya rendah untuk tidak dipaksakan dalam mengikuti
kegiatan."tegas Pasiops. Beliau
juga menyampaikan bahwa sebagai Satuan kewilayahan yang mempunyai
peranan penting dalam melaksanakan pembinaan teritorial,kemampuan
prajurit harus tetap terbina dan terus dilatih sehingga terciptanya
prajurit profesional yang selalu siap melaksanakan tugas kapanpun dan
dimanapun. (Sertu Pardal IT Kodim 0735 Surakarta).
Monday, August 28, 2017
DANRAMIL 03 SERENGAN DAN PASITER KODIM 0735 SURAKARTA MELAKSANAKAN SOSIALISASI TMMD REGULER KE 100 PADA WARGA KEL. JOYONTAKAN
SURAKARTA,Bertempat di Balai Kelurahan joyontakan pada hari senin tanggal 28 Agustus 1017 pukul 20.00 telah diselenggarakan acara sosialisasi Program TMMD Reguler ke 100 kepada warga masyarakat oleh Danramil 03 Serengan Kodim 0735 Surakarta Kapten Inf Subardi. Kegiatan ini di hadiri oleh Camat serengan Ibu. Dra. Islamtini, lurah Joyontakan bpk. Purbowinoto, Ibu Sumilir dari Bapeda, Ibu yanti dari Bapermas, kapten Inf Samingun Pasiterdim 0735 Surakarta, Kapten Inf Subardi Danramil 03 Serengan, seluruh RW dan RT se kel. Joyontakan serta Toga dan
tomas se kel. Joyontakan. Hal ini mempunyai tujuan untuk memberi pengertian kepada warga masyarakat agar mengetahui tentang program TMMD Reguler yang akan dilaksanakan di kel. Joyontakan. Karena program ini harus terlaksana dengan baik. Mengingat program TMMD selalu melibatkan masyarakat setempat. Agar masyarakat dapat bekerja sama dalam mensukseskan kegiatan TMMD. Untuk itu perlu diadakan acara semacam ini yang juga merupakan satu rangkaian proses pelaksanaan giat TMMD di wil Koramil 03 Serengan. Dari beberapa hal yang disampaikan ketua Pokmas TMMD Kel. Joyontakan yang di jabat oleh Bpk. Bambng selaku Ketua RW 1 kel. joyontakan menyampaikan bahwa masyarakat kel. Joyontakan menyambut dengan senang akan diadakannya program ini. Sambutan Danramil 03 Serengan Kapten Inf Subardi dalam acara ini bahwa sosialisasi ini agar seluruh masyarakat mengerti bahwa di wilayahnya akan ada pembangunan program pemerintah berupa TMMD Reguler ke 100. Dan bangunan yang akan di buat adalah tanggul penahan banjir. Harapan Danramil seluruh warga dapat membantu kelancaran kegiatan TMMD ini. Selain itu di sampaikan oleh Danramil mengenai adanya masyarakat yang terdampak langsung pembangunan tanggul tersebut. Yakni ada beberapa rumah yang akan terkena bangunan tanggul. Untuk itu di mohon pengertiannya kepada warga yang rumahnya terkena bangunan. Karena tanah yang di tempati merupakan tanah negara. Namun pemerintah tidak akan semena- mena. Nanti penyelesaian atau pembahasan rumah yang terdampak akan di bicarakan lebih lanjut. Namun semua harus di kembalikan pada kebutuhan orang banyak.
tomas se kel. Joyontakan. Hal ini mempunyai tujuan untuk memberi pengertian kepada warga masyarakat agar mengetahui tentang program TMMD Reguler yang akan dilaksanakan di kel. Joyontakan. Karena program ini harus terlaksana dengan baik. Mengingat program TMMD selalu melibatkan masyarakat setempat. Agar masyarakat dapat bekerja sama dalam mensukseskan kegiatan TMMD. Untuk itu perlu diadakan acara semacam ini yang juga merupakan satu rangkaian proses pelaksanaan giat TMMD di wil Koramil 03 Serengan. Dari beberapa hal yang disampaikan ketua Pokmas TMMD Kel. Joyontakan yang di jabat oleh Bpk. Bambng selaku Ketua RW 1 kel. joyontakan menyampaikan bahwa masyarakat kel. Joyontakan menyambut dengan senang akan diadakannya program ini. Sambutan Danramil 03 Serengan Kapten Inf Subardi dalam acara ini bahwa sosialisasi ini agar seluruh masyarakat mengerti bahwa di wilayahnya akan ada pembangunan program pemerintah berupa TMMD Reguler ke 100. Dan bangunan yang akan di buat adalah tanggul penahan banjir. Harapan Danramil seluruh warga dapat membantu kelancaran kegiatan TMMD ini. Selain itu di sampaikan oleh Danramil mengenai adanya masyarakat yang terdampak langsung pembangunan tanggul tersebut. Yakni ada beberapa rumah yang akan terkena bangunan tanggul. Untuk itu di mohon pengertiannya kepada warga yang rumahnya terkena bangunan. Karena tanah yang di tempati merupakan tanah negara. Namun pemerintah tidak akan semena- mena. Nanti penyelesaian atau pembahasan rumah yang terdampak akan di bicarakan lebih lanjut. Namun semua harus di kembalikan pada kebutuhan orang banyak.
(Pns Agus S Kodim 0735)
Kegiatan Reses Sidang II tahun 2017 oleh Babinsa Koramil 03 Serengan Kodim 0735 Surakarta
SURAKARTA, Babinsa kel. Kratonan Ramil 03 Serengan Kodim
0735 Surakarta Serka Yudhi pada hari senin tanggal 28 Agustus 2017
pukul 19.30 menghadiri kegiatan Reses Sidang II tahun 2017 yang
diselenggarakan oleh anggota DPRD Kota Surakarta Komisi 1 dari Partai
Hanura Bpk. Abdullah Asegaf di pendopo kel. Kratonan. Penyampaian
dari Bpk. Abdullah bahwa rapat ini bertujuan untuk menjaring aspirasi
masyarakat. Dan untuk bantuan dari pemerintah sudah turun semua.
Sementara ini kami selaku dewan akan mengusahakan bantuan bagi anak-
anak yang kurang mampu untuk mendapatkan bantuan pendidikan. Dan sudah
kami ajukan pada pemerintah melalui kementrian pendidikan. Rapat Reses
ini dihadiri oleh perangkat kelurahan, RW dan RT sekelurahan Kratonan. Danramil
03 Serengan Kapten Subardi selalu menekankan kepada anggotanya
khususnya Babinsa untuk intens melakukan sambang juga pembinaan dan
penyuluhan (Binluh) terhadap warga binaannya dengan rutin melakukan
sambang warga. Selain terjalin hubungan emosional antara warga dan TNI (
Babinsa). Babinsa akan segera mengetahui perkembangan situasi dan
kondisi di wilayah binaannya sehingga dapat segera bergerak dan
bertindak cepat apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan. Pada
kesempatan itu ada beberapa pesan yang disampaikan oleh Serka yudhi
saat menghadiri rapat tersebut, yaitu terkait Hankam, diantaranya agar
warga berperan aktif bahu membahu bersama TNI ( Babinsa) untuk
menciptakan Iingkungan yang bebas dari kejahatan, termasuk bebas dari
kejahatan Terorisme atau Paham Radikal dan Iainnya. (Pns Agus S IT Kodim 0735)Sambutan Babinsa Koramil 05 Pasar Kliwon Kodim 0735 Surakarta pada acara kegiatan Goat Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan dan Penangulangan Ganguan Kamtibmas Di Wilayah Polresta Surakarta
Pada Hari Senin tanggal 28 Agustus 2017 pukul 19.30 wib s/d Selesai bertempat di Pendopo Kelurahan Pasar Kliwon Surakarta Babinsa Koramil 05 Pasar Kliwon Pelda Sunardi mewakili Danramil memberikan sambutan dalam kegiatan Goat Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan dan
Penangulangan Ganguan Kamtibmas Di Wilayah Polresta Surakarta selaku
penyelengara Satuan Binmas Polresta Surakarta yang diikuti 40 orang adapun sambutannya : Saya di Sini akan memperkenalkan Diri karena Saya anggota Koramil 05/Pasar Kliwon yang baru bergabung baru 2 Bulan, Saya
sangat senang sekali telah diminta mewakili Danramil di karenakan Bapak
Danramil baru sakit skrg ini masih menjalani perawatan di RST Slamet
Riyadi , Beliau nitip salam dan menyampaikan permohonan maaf yg
sebesar2nya karena tdk bisa Hadir di acara malam hari ini. Saya
sangat mendukung sekali langkah2 yang di sampaikan dari Kasi TranTib
Satpol PP dan Juga dari Kepolisian , di sini Kita selaku aparat
kewilayahan mengajak semua pihak saling bekerja sama dan guna menjaga
keamanan di wilayah khususnya Kecamatan Pasar Kliwon dan Umumnya wilayah
Surakarta , semoga Kekompakan pada Acara Malam ini terjaga dengan baik ,
demikian penyampaian dari Kami apabila ada kesalahan dan penyampaian
Saya Pribadi mohon maaf yang sebesar2 nya dan Salam Kompak Selalu demi Terjaganya NKRI yang Kita Cintai. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Kompol Suharmono (Kasad Binmas Polresta Surakarta), Iptu Komang Widana (Wakapolsek Pasar Kliwon), Joko (Kasi Trantib Kec.Pasar Kliwon), Aiptu IB Putu (Kanit Binmas Polsek Pasar Kliwon), Aiptu Juremi (Babinkamtibmas kel.Pasar Kliwon), Serda Ahmad Suhartono ( Babinsa Kelurahan Pasar Kliwon ) dan Anggota Linmas Kec.Pasar Kliwon. dan acara di lanjutkan Paparan Kompol Suharmono (Kasad Binmas Polresta Surakarta) tentang pentingnya Pengetahuan Hukum Bagi Masyarakat Dalam Menciptakan Rasa Aman Dan Nyaman Dilingkunganya, Hukum adalah : Peraturan-peraturan yang bersifat memaksa,yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan resmi yang berwajib,pelangaran mana terhadap peraturan tadi berakibat diambilnya tindakan,yaitu dengan hukuman tertentu, Peran Serta Masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan nyaman diantaranya a. Masyarakat ikut serta dalam pengamanan Swakarsa (Siskampling)
b. Open dan waspada terhadap sesuatu yang mencurigakan dilingkungannya.
c. Meningkatkan kesadaran kita akan keamanan dan ketertiban lingkungan.
d. Adanya ketaatan pribadi terhadap peraturan yang ada.
Peran Masyarakat Dalam Penangulangan Faham Radikal Di Indonesia, Radikalisme : Suatu paham yang menghendaki perubahan/pergantian suatu sistem dimasyarakat sampai ke akarnya,biasanya dilakukan dengan cara-cara kekerasan,menginginkan adanya perubahan total terhadap suatu kondisi atau semua aspek kehidupan masyarakat. Terorisme : Serangan-serangan yang terkoordinasi yang bertujuan membuat teror terhadap masyarakat (ISIS). Bentuk Radikalisme Keagamaan antara lain:
a. Radikalisasi pemikiran dan idiologi.
b. Radikalisasi cara dalam memperjuangkan pahamnya.
c. Cara Mencegah Rasikalisme : Mendukung segala upaya perdamaian baik yang dilakukan oleh pemerintah,organisasi maupun perseorangan. Membuat atau membangun komunitas kecil yang bertujuan mengkampanyekan perdamaian dan indahnya keberagaman Agama,Suku,Ras dan Kebudayaan di Indonesia. Memperdalam pengetahuan mengenai keberagaman dan perdamaian. Berperan aktif dalam melaporkan gejala-gejala sekecil apapun yang mengarah ke Radikalisme/Terorisme. Meningkatkan Pemahaman keagamaan,pemahaman mengenai berbangsa bernegara sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila. Meningkatkan kewaspadaan dalam pergaulan sehari hari agar tidak mudah terpengaruh faham radikalisme maupun terorisme. Tidak lupa pula aktif dalam mensosialisasikan kepada masyarakat apa itu Rasikalisme maupun terorisme dan dampaknya bagi masyarakat. (Pns Agus S IT Kodim 0735)
Mencari Aseptor KB (Gugur Gunung) oleh Babinsa Koramil 05 Pasar Kliwon Kodim 0735 Surakarta Bersama PLBK Kecamatan Pasar Kliwon
Serda.Tukidi dan Koptu Maryono Babinsa Kelurahan Baluwarti Koramil 05 Pasar Kliwon Kodim 0735 Surakarta melaksanakan Gugur gunung atau mencari Aseptor KB yang baru Pencarian Aseptor KB kali ini di fokuskan di Wirengan RW 04 Kelurahan Baluwarti Kecamatan pasar kliwon. Giat dilaksanakan dan di dukung oleh PLKB Sekec.Pasar kliwon ,PLKB Kelurahan serta Anggota Kader KB (28/8)
Hadir dalam kegiatan antara lain : Bp.Suhadi Wahono SH ( Lurah Baluwarti ), Ibu .Hasnah Ketua PP dan anak kec.pasar kliwon, PLKB Sekecamatan
Pasar kliwon dan Kader KB serta Pokja PKK Baluwarti. Kegiatan mencari Asrptor KB ini membantu program pemetintah dengan hasil sebagai berikut : Istumiyah 44 Th Asrptor suntik, Sri Narti 47 Th Aseptor suntik, Siti lestari 42 Th Aseptor IUD, Indri H 37 Th Aseptor IUD, Srirahayu 36 Th Aseptor suntik, Neni iswati 34 Th Aseptor implan, Hesti 28 Th Aseptor IUD, Dewi 24 Th Aseptor suntik, Nensi 30 Th Aseptor IUD, Rani 40 Th.Aseptor Suntik dan Sri wahyuni 40 Th Aseptor Suntik. Cacatan untuk Aseptor ini akan dilayani pada hari rabu 30 agustus 2017 fi Puskesmas pembantu 2 Semanggi / depan pasar klitikan. Untuk Rencana Aseptor MOP ada 1 orang Nama ; Agus umur 40 Th untuk MOP akan dilaksanakan pada tahun 2018 Di DKT. (Pns Agus IT Kodim 0735)Danramil 02 Banjarsari Kodim 0735 Surakarta Silahturahmi dengan Muspika warga dalam rangka merajut kebersamaan dan mendukung terwujudnya kondusifitas wilayah Kecamatan Banjarsari
Selasa tanggal 27 Agustus 2017 pukul 19.00 WIB s/d 21.00 wib bertempat di gedung Pendopo Kelurahan Manahan Jl. Manyar 1 No.2 Kel.Manahan Kec.Banjarsari Kota Surakarta telah berlangsung silahturahmi Muspika dengan warga dalam rangka merajut kebersamaan dan mendukung terwujudnya kondusifitas wilayah Kecamatan Banjarsari, yang diselenggarakan oleh kerjasama antara Polresta Surakarta, Koramil 02 Banjarsari, Kecamatan Banjarsari dan Kementerian Agama Surakarta dengan penanggung jawab Indradi.AP, SH,MM (Camat Banjarsari) dan diikuti lk.150 orang.Hadir dalam acara tersebut antara lain :
- Indradi.AP, SH,MM (Camat Banjarsari)
- AKP Komang Sujana SH,SIK (Kapolsek Banjarsari)
- H Mufti Adin S.Pd (Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Surakarta)
- Koramil 02 Banjarsari
- Kepala KUA Kec. Banjarsari
- Kepala UPT Puskesmas se Kec. Banjarsari
- Kepala UPT Dispora Kec. Banjarsari
- Lurah se Kec. Banjarsari
- Ketua LPMK se Kec. Banjarsari
- Ketua Dewan Masjid Indonesia sebagai Kec. Banjarsari
- Ketua KTI se Kec. Banjarsari
- Babinkamtibmas se Kec. Banjarsari
- Babinsa se Kec. Banjarsari
- Danton Linmas se Kec. Banjarsari
Susunan acara antara lain :
- Menyanyikan lagu Indonesia raya ( Ibu Hiksanawati P.)
- Pembacaan Doa
- Sambutan Camat Banjarsari sekaligus membuka acara
- Penyampaian materi dari Narasumber Polsek Banjarsari
- Penyampaian materi dari Narasumber Koramil 02 Banjarsari
- Penyampaian materi dari Narasumber Kantor Kemenag
- Penutup
Inti pembahasan materi dari Kapolsek banjarsari
- Kami akan sampaikan harkamtibmas, banjarsari mempunyai wilayah luas tiap jam pasti ada kejadian, kejadian paling banyak pencurian. Disini tujuannya membuka jendela rekan - rekan semua.
- Kita hidup bermasyarakat pasti banyak perbedaan, yang menyamakan dan menyatukan kita adalah bineka tunggal ika.
Untuk mewujudkan ketertiban keamanan keharmonisan dan tidak main hakim sendiri dalam keberagaman masyarakat diatur dengan peraturan.
- Pengertian aman perasaan bebas dari gangguan fisik dan psikis, perasaan bebas dari rasa khawatir, perasaan terlindungi.
Gangguan yang pertama itu kriminalitas, di banjarsari yang menonjol itu pencurian, penggelaran dan kenakalan remaja.
Kenakalan remaja yang sangat mempengaruhi adalah media sosial, jenis kenakalan remaja yaitu narkoba, miras, malak, seks bebas.
- Peran masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dengan siskamling, open dan waspada terhadap sesuatu yang mencurigakan, meningkatkan kesadaran kita akan kepedulian keamanan dan ketertiban lingkungan dan adanya ketaatan pribadi terhadap peraturan yang ada.
Harkamtibmas dengan meningkatkan pam di wilayah yaitu swakarsa melalui siskamling.
- Waspada media sosial disiformasi, fitnah. Hoax atau ketidak benaran informasi.
Di banjarsari masih banyak kasus pencurian yang terjadi di perumahan, mari kita bersama - sama menjaga situasi yang kondusif di banjarsari.
Penyampain materi dari bapak Mufti addin ( Kemenag kota surakarta) Tema " Meluruskan paham radikalisme "
- Saya penyuluh agama islam di kemenag. Saya lurah pondok pesantren jamsaren. Bedanya dengan lurah kecamatan banjarsari dapat bengkok saya tidak. Tahun 2003 saya menjadi kepala ma jamsaren. 2015 saya menempuh lemhanas dan lulus.
Bahan yang saya sampaikan berasal dari banyak sumber dan bisa dipertanggungjawabkan.
- Masyarakat pada umumnya masih belum tepat untuk mendefinisikan istilah radikalisme. Dalam perspektif kementerian agama radikalisme yang terjadi di indonesia bukan masalah pemahaman keagamaan tetapi juga karena masalah komplek. Karena faktor ekonomi, tidak percaya dengan aparat dan sistem yang ada sehingga melawan dengan cara ekstrim yaitu radikal.
Radikalisme tahun 1998 gedung dpr yang berwibawa diinjak injak, radikalisme di ambon, kerusuhan mei 98 di solo bakar bakaran dimana mana, Orang solo lemah lembut kenapa bisa radikalisme seperti itu bahwa terjadi perampokan secara masal. Di suriah terjadi perang saudara padahal seagama.
Radikalisme dapat terjadi dengan pemahaman yang menyimpang.
- Paham takfiri yaitu paham yang mengkafirkan orang lain, tidak sepaham sama dengan kafir, konsekuensi boleh diperangi, boleh dibunuh, boleh ditumpah darahnya. Paham seperti itu tidak boleh hidup di indonesia. Siapapun akan mengutuk paham seperti itu.
Pemahaman sempit makna jihad pemahaman ekstrimis telah mereduksi makna jihad hanya sebatas berperang. Jihad sesungguhnya maknanya bersungguh sungguh membela ajaran agama.
- Jihad menurut syeikh al maraghi yaitu menanggung sesuatu yang berat dan mengurus perkara yang sulit, hal ini meliputi berperang untuk menegakkan agama islam dan melindungi orang - orang Islam. Memerangi hawa nafsu yang menurut ulama dikatakan sebagai perjuangan yang besar termasuk didalamnya adalah mengekang syahwat khususnya kaum muda.
Mendermakan harta benda untuk kebaikan agama Islam dan umat Islam. Memberantas kebatinan dan menegakkan kebenaran.
- Bagaimana menumbuhkembangkan paham agama yang baik, agama yang bisa berdiri dan duduk bersama - sama dengan yang lain di tengah kemajemukan, umat yang bisa compatible dengan demokrasi, yang menjunjung tinggi HAM yang penuh dengan toleransi menyebarkan kedamaian bagi seluruh alam semesta. Agana seperti itulah yang menjadi ciri agama di nusantara.
Kemenag mengupayakan agar radikalisme yang masuk melalui ajaran agama bisa diberantas. Kemenag melakukan komunikasi intensif dengan para pendidik pesantren, guru agama sesuai dengan ajaran yang sesungguhnya.
- Berikan pengawasan yang baik kepada putra putrinya agar tidak terkena pengaruh ajaran radikal. 3 hal yang membuat seseorang terjerumus kedalam radikalisme agama, pertama percaya berita atau tulisan instan di internet, kedua rentan merasuki anak - anak muda yang tengah mencari jati diri, ketiga peran tokoh agama yang diikutinya atau dari buku yang dibaca.
- Pengertian radikal dalam pengamalan agama yaitu melaksanakan ajaran agama secara mendalam. Dalam memeluk agama memang harus radikal yaitu mempunyai keyakinan yang mengakar. Konsep radikal harus dipahami dalam perspektif agama yang toleran.
- Menjadi radikal dalam konteks agama tidak harus disertai dengan perang fisik atau intoleran. Fakta agama di dunia adalah bertujuan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Akankah agama dijadikan sebagai dasar pijakan disharmoni sosial.
Solusi untuk menjaga tentram dan damai yaitu Pancasila. Jangan mencoba dikurangi atau ditambah. Kita sepakat NKRI harga mati. Hilangkan prasangka buruk (Pns Agus S Kodim 0735)
DANRAMIL 03 SERENGAN KODIM 0735 SURAKARTA MENJADI PEMBINA PADA UPACARA BENDERA DI SEKOLAH SMK MUHAMMADIYAH 1 JOYONTAKAN
Pada hari senin tanggal 28 Agustus 2017 pukul 07.00
Danramil 03 Serengan Kodim 0735 Surakarta Kapten Inf Subardi menjadi
irup ( pembina) upacara bendera bertempat di SMK Muhammadiyah 1
Joyontakan serengan. Kegiatan upacara ini di ikuti oleh lk 600 siswa dan
dewan guru SMK Muhammadiyah 1 Joyontakan Serengan.Dalam
amanatnya Danramil menyampaikan sesungguhnya Negara kita terbentuk
dari
adanya keinginan luhur untuk mencapai tujuan bersama yang di ikat erat
dengan tali persatuan dan kesatuan, Negara Indonesia terbentuk dari
adanya kesadaran mengedepankan Persatuan dan kesatuan diatas segala
macam perbedaan yang ada dalam komponen bangsa.Perbedaan
keragaman suku bangsa dan budaya, perbedaan agama dan aneka aliran
kepercayaan terhadap Tuh an yang maha Esa, perbedaan Ras dan warna kulit,
serta bermacam-macam golongan dan kelompok yang berbeda, Tidak menjadi
penghalang bagi bangsa ini untuk membentuk Negara Kesatuan Republik
Indonesia dalam SATU kesatuan wilayah yang membentang dari sabang sampai
merauke, dari pulau roti sampai pulau we. Hal
ini dapat terwujud karena adanya KESADARAN untuk mengedepankan nilai
persatuan dan kesatuan diatas segala bentuk perbedaan dalam komponen
bangsa. Kesadaran persatuan dan kesatuan yang di balut dalam semboyan
BHINNEKA TUNGGAL IKA, TAN HANA DHARMA MANGRWA yang artinya Berbeda-beda
tetapi tetap satu jua, tak ada pengabdian yang mendua. Semangat Persatuan dan Kesatuan dalam aneka ragam perbedaan yang terbersit dalam sumpah palapa Patih Gajah Mada, tersirat
dalam nuansa kebangkitan nasional 2O mei 1908, ItuTersurat dalam
sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Dan terwujud dalam sebuah pernyataan
Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia 17 Agustus
1945 Lambat laun mulai terasa terkikis oleh perjalanan waktu, seiring
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta derasnya arus
Globalisasi ternyata memunculkan berbagai macam Ancaman, Tantangan,
Hambatan dan Gangguan terhadap kelangsungan hidup bernegara. Kokohnya
persatuan dan kesatuan bangsa akan terwujud dari adanya persatuan dan
kesatuan dalam masyarakat. Kokohnya persatuan dan kesatuan dalam
masyarakat akan terwujud dari adanya persatuan dan kesatuan antar teman
antar Individu. Kokohnya rasa persatuan dan kesatuan dalam diri Individu
akan terwujud dari adanya pemahaman, penghayatan dan kesadaran pribadi
untuk mengamalkan nilai luhur dalam Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan
bukanlah alasan bagi kita untuk terpecah belah, Perbedaan adalah
anugrah terindah yang dikaruniakan Tuhan pada bangsa ini. Perbedaan
dapat Menjadi Indah bila kita satukan dengan semangat Bhinneka Tunggal
Ika, Seperti pelangi yang indah yang terbentuk dari bersatunya aneka
perbedaan warna. Seperti itulah semangat para pejuang kemerdekaan
Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tanpa
membedakan apapun. Semangat perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka
tidak pernah padam walau hembusan angin perbedaan terus menerjang.
Perbedaan yang ada, perlu kita hargai, agar tercipta persatuan dan
kesatuan bangsa. Persatuan dan kesatuan akan menciptakan kerukunan
hidup, mempererat hubungan kekeluargaan, dan memperkokoh rasa cinta
tanah air. Dan otomatis memperkokoh kelangsungan hidup Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Jadikanlah perbedaan itu sebagai kekayaan bangsa
kita. Semoga dengan meningkatkan kembali semangat Bhinneka Tunggal ika
ini, Dan mengamalkannya dalam kehidupan
sehari-hari, Segala masalah-masalah dalam bangsa ini dapat cepat
teratasi agar negara kita selalu aman, tentram, damai dan terhindar dari
Dis integrasi bangsa. dapat
ditarik sebuah kesimpulan bahwa fenomena fenomena yang bisa menjadi
penyebab bagi kehancuran bangsa dan Negara ini bisa terdeteksi dari
adanya beberapa indikasi seperti berikut ini : Menonjolnya kepentingan kelompok, kepentingan golongan, dan kepentingan
pribadi dengan mengorbankan kepentingan bangsa dan Negara, Menguatnya rasa primordialisme dan individualisme, Munculnya gejala pemaksaan kehendak mayoritas terhadap minoritas, Mulai lunturnya budaya menghormati simbol-Simbol Negara,
Memudarnya semangat dan asas satu wilayah Nusantara yang ditunjukkan
oleh adanya keinginan keinginan dari suatu daerah untuk memisahkan diri
dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh
karena itu, mari kita terus tumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan
dengan melakukan Reaktualisasi Bhinneka Tunggal Ika dalam setiap aspek
kehidupan, Dengan harapan agar apa yang termaktub dalam semboyan
Bhinneka Tunggal Ika dapat terwujud nyata dalam setiap pola perilaku
kita sehari-hari. Demi tetap tegaknya NKRI, kita genggam erat semboyan
Bhinneka Tunggal Ika ini, se erat cengkraman cakar garuda. Bersatu kita
teguh bercerai kita runtuh. Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana dharma mangrwa. Selesai upacara di lanjutkan pengarahan Danramil Kapten Inf Subardi kepada seluruh siswa SMK Muhammadiyah 1 Joyontakan. (Pns Agus S IT Kodim 0735)
dari
adanya keinginan luhur untuk mencapai tujuan bersama yang di ikat erat
dengan tali persatuan dan kesatuan, Negara Indonesia terbentuk dari
adanya kesadaran mengedepankan Persatuan dan kesatuan diatas segala
macam perbedaan yang ada dalam komponen bangsa.Perbedaan
keragaman suku bangsa dan budaya, perbedaan agama dan aneka aliran
kepercayaan terhadap Tuh an yang maha Esa, perbedaan Ras dan warna kulit,
serta bermacam-macam golongan dan kelompok yang berbeda, Tidak menjadi
penghalang bagi bangsa ini untuk membentuk Negara Kesatuan Republik
Indonesia dalam SATU kesatuan wilayah yang membentang dari sabang sampai
merauke, dari pulau roti sampai pulau we. Hal
ini dapat terwujud karena adanya KESADARAN untuk mengedepankan nilai
persatuan dan kesatuan diatas segala bentuk perbedaan dalam komponen
bangsa. Kesadaran persatuan dan kesatuan yang di balut dalam semboyan
BHINNEKA TUNGGAL IKA, TAN HANA DHARMA MANGRWA yang artinya Berbeda-beda
tetapi tetap satu jua, tak ada pengabdian yang mendua. Semangat Persatuan dan Kesatuan dalam aneka ragam perbedaan yang terbersit dalam sumpah palapa Patih Gajah Mada, tersirat
dalam nuansa kebangkitan nasional 2O mei 1908, ItuTersurat dalam
sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Dan terwujud dalam sebuah pernyataan
Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia 17 Agustus
1945 Lambat laun mulai terasa terkikis oleh perjalanan waktu, seiring
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta derasnya arus
Globalisasi ternyata memunculkan berbagai macam Ancaman, Tantangan,
Hambatan dan Gangguan terhadap kelangsungan hidup bernegara. Kokohnya
persatuan dan kesatuan bangsa akan terwujud dari adanya persatuan dan
kesatuan dalam masyarakat. Kokohnya persatuan dan kesatuan dalam
masyarakat akan terwujud dari adanya persatuan dan kesatuan antar teman
antar Individu. Kokohnya rasa persatuan dan kesatuan dalam diri Individu
akan terwujud dari adanya pemahaman, penghayatan dan kesadaran pribadi
untuk mengamalkan nilai luhur dalam Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan
bukanlah alasan bagi kita untuk terpecah belah, Perbedaan adalah
anugrah terindah yang dikaruniakan Tuhan pada bangsa ini. Perbedaan
dapat Menjadi Indah bila kita satukan dengan semangat Bhinneka Tunggal
Ika, Seperti pelangi yang indah yang terbentuk dari bersatunya aneka
perbedaan warna. Seperti itulah semangat para pejuang kemerdekaan
Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tanpa
membedakan apapun. Semangat perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka
tidak pernah padam walau hembusan angin perbedaan terus menerjang.
Perbedaan yang ada, perlu kita hargai, agar tercipta persatuan dan
kesatuan bangsa. Persatuan dan kesatuan akan menciptakan kerukunan
hidup, mempererat hubungan kekeluargaan, dan memperkokoh rasa cinta
tanah air. Dan otomatis memperkokoh kelangsungan hidup Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Jadikanlah perbedaan itu sebagai kekayaan bangsa
kita. Semoga dengan meningkatkan kembali semangat Bhinneka Tunggal ika
ini, Dan mengamalkannya dalam kehidupan
sehari-hari, Segala masalah-masalah dalam bangsa ini dapat cepat
teratasi agar negara kita selalu aman, tentram, damai dan terhindar dari
Dis integrasi bangsa. dapat
ditarik sebuah kesimpulan bahwa fenomena fenomena yang bisa menjadi
penyebab bagi kehancuran bangsa dan Negara ini bisa terdeteksi dari
adanya beberapa indikasi seperti berikut ini : Menonjolnya kepentingan kelompok, kepentingan golongan, dan kepentingan
pribadi dengan mengorbankan kepentingan bangsa dan Negara, Menguatnya rasa primordialisme dan individualisme, Munculnya gejala pemaksaan kehendak mayoritas terhadap minoritas, Mulai lunturnya budaya menghormati simbol-Simbol Negara,
Memudarnya semangat dan asas satu wilayah Nusantara yang ditunjukkan
oleh adanya keinginan keinginan dari suatu daerah untuk memisahkan diri
dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh
karena itu, mari kita terus tumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan
dengan melakukan Reaktualisasi Bhinneka Tunggal Ika dalam setiap aspek
kehidupan, Dengan harapan agar apa yang termaktub dalam semboyan
Bhinneka Tunggal Ika dapat terwujud nyata dalam setiap pola perilaku
kita sehari-hari. Demi tetap tegaknya NKRI, kita genggam erat semboyan
Bhinneka Tunggal Ika ini, se erat cengkraman cakar garuda. Bersatu kita
teguh bercerai kita runtuh. Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana dharma mangrwa. Selesai upacara di lanjutkan pengarahan Danramil Kapten Inf Subardi kepada seluruh siswa SMK Muhammadiyah 1 Joyontakan. (Pns Agus S IT Kodim 0735)
Subscribe to:
Comments (Atom)






